Idul Fitri 1447 H Beriringan dengan Nyepi, PCNU Badung Terbitkan Panduan Pelaksanaan Takbiran dan Shalat Id

BADUNG, nubadung.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Badung resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 50/PC.01/A.II.10.01/2802/03/2026 mengenai himbauan pelaksanaan Malam Takbiran dan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Langkah ini diambil mengingat adanya potensi penetapan 1 Syawal yang bertepatan dengan tanggal 20 Maret 2026, di mana malam takbirannya beririsan langsung dengan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948.

Dalam surat yang ditandatangani oleh jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Badung pada 12 Maret 2026 tersebut, ditekankan pentingnya menjaga Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sebangsa) dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan kemanusiaan) di tengah keberagaman masyarakat “Gumi Keris”.

SURAT HIMBAUAN PCNU BADUNG

Takbiran di Dalam Rumah Tanpa Pengeras Suara

Terkait pelaksanaan malam takbiran yang jatuh pada malam Jumat, 19 Maret 2026, PCNU Badung menghimbau warga Nahdliyin untuk tetap menghidupkan sunnah takbir namun dengan penyesuaian khusyuk.

Demi menghormati ibadah Catur Brata Penyepian, pelaksanaan takbir dilakukan di dalam rumah masing-masing bersama keluarga, tanpa menggunakan pengeras suara luar maupun dalam,” tulis kutipan dalam edaran tersebut. Hal ini didasari atas pertimbangan bahwa menjaga kedamaian dan tidak mengganggu ritual suci umat lain adalah bagian dari ibadah yang utama.

Panduan Shalat Idul Fitri 20 Maret 2026

Untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri pada Jumat pagi, 20 Maret 2026, PCNU Badung memberikan arahan teknis sebagai berikut:

  • Waktu Keluar Rumah: Jamaah diminta baru keluar menuju masjid, mushalla, atau lapangan setelah pukul 06.00 WITA, tepat saat berakhirnya masa Catur Brata Penyepian.
  • Penggunaan Pengeras Suara: Panitia Shalat Id diinstruksikan untuk menyalakan pengeras suara dan memulai rangkaian acara hanya setelah pukul 06.00 WITA.
  • Sinergi Keamanan: Seluruh pengurus Banser dan panitia masjid diinstruksikan untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwenang, mulai dari Prajuru Desa Adat, Pecalang, hingga aparat keamanan setempat.

Semangat Merawat Harmoni

Ketua PCNU Badung, H. Budi Utomo, S.Kom, beserta jajaran pengurus berharap agar seluruh warga muslim di Kabupaten Badung dapat melaksanakan himbauan ini dengan penuh keikhlasan dan kedewasaan beragama.

Syiar agama Islam itu indah, namun jika pelaksanaannya berpotensi mengganggu kekhusyukan umat beragama lain, maka menahan diri adalah ibadah yang lebih utama,” pesan PCNU dalam dokumen tersebut sebagai wujud nyata semangat Merawat Jagat Membangun Peradaban.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *